Lifestyle

Mother Wound: Saat Kasih Sayang Ibu Nggak Sehangat yang Kita Harapkan

artikel

Hubungan ibu dan anak biasanya jadi hubungan paling pertama yang kita punya di hidup ini. Dari ibu, kita belajar apa itu rasa aman, disayang, dan didengarkan. Tapi, nggak semua orang punya pengalaman yang sama. Ada yang ngerasa jauh sama ibunya, ada yang nggak berani cerita apa-apa, atau bahkan sering mikir “kok kayaknya aku nggak dianggap ya?”

Nah, perasaan-perasaan itu bisa jadi tanda mother wound, yaitu luka batin yang muncul kalau kita tumbuh dengan kasih sayang atau perhatian emosional yang kurang dari ibu.

Tenang, ini bukan tentang menyalahkan siapa pun. Ini tentang memahami diri sendiri biar kamu tumbuh jadi anak yang kuat dan lebih sayang sama diri sendiri.

Apa itu Mother Wound?

Mother wound bisa muncul dari banyak hal. Misalnya ibu jarang menunjukkan sayang, terlalu sibuk, sering membandingkan kamu sama orang lain, atau nggak terlalu peduli saat kamu lagi sedih atau takut. Ada juga ibu yang sebenarnya sayang, tapi punya masalah mereka sendiri, kayak trauma masa lalu atau kesehatan mental yang belum ditangani. Jadi bukan karena kamu “nggak cukup baik”. Banyak faktor yang nggak kelihatan.

Dampak Mother Wound bisa beda-beda tiap orang. Ada yang jadi takut bikin salah karena takut dimarahin. Ada yang berusaha keras banget buat sempurna biar diperhatiin. Ada juga yang tumbuh sambil mikir, “Aku harus kuat sendiri,” sampai lupa kalau sebenarnya dia juga butuh disayang dan ditemani. Pas udah masuk usia remaja, luka ini bisa muncul lagi dalam bentuk gampang cemas, nggak percaya diri, sering nyalahin diri sendiri, atau nggak nyaman kalau terlalu dekat sama orang lain.

Cara Menyembuhkan Mother Wound

Walaupun kedengarannya berat, luka batin ini bisa banget disembuhkan pelan-pelan. Langkah pertama dimulai dari berani ngakuin apa yang kamu rasain. Kalau kamu sedih, marah, kecewa, atau ngerasa kosong, itu semua valid. Kamu boleh kok ngerasain itu. Cerita ke teman yang kamu percaya, tulis di jurnal, atau sekadar diem dulu buat nenangin diri itu udah termasuk langkah penyembuhan.

Perlahan, kamu juga bisa mulai merawat diri kamu lebih baik. Hal-hal kecil kayak tidur cukup, makan enak, ngerjain hobi yang bikin happy, atau sekadar bilang ke diri sendiri “aku berharga” .

Kalau kamu merasa proses ini mulai berat dan bikin kamu bingung, kamu nggak harus jalanin sendirian. Kamu boleh ngobrol sama guru BK, konselor sekolah, atau psikolog. Ingat, mereka ada buat bantu, bukan buat nge-judge kamu. Nyari bantuan itu bukan tanda lemah, tapi tanda kamu sayang sama diri sendiri.

Hal paling penting yang perlu kamu ingat adalah mother wound itu bukan salah kamu.
Kamu tumbuh di situasi yang mungkin nggak ideal, tapi itu nggak menentukan siapa kamu ke depannya. Kamu tetap punya hak buat disayang, didengar, dan dihargai.

Dan mulai sekarang, kamu bisa memilih jalan yang lebih sehat buat diri kamu sendiri. Pelan-pelan aja. Yang penting kamu terus bertumbuh jadi pribadi yang lebih kuat, lebih tenang, dan lebih baik ke diri kamu sendiri. Kamu layak bahagia, bukan nanti, tapi mulai hari ini.